Neilson Gautama's Blog // Twitter @neilsongautama

My FB Page: http://goo.gl/fnPJK Group NBA Indonesia on FB: http://goo.gl/YNDG7 Contact me on neild@doramail.com

About Sportku.com

Posted by Neilson Gautama pada Januari 23, 2012

I move all my writings to Sportku.com temporarily

Silahkan lihat tentang Sportku.com di sini:
http://basket.sportku.com/about

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Definisi NBA Lockout

Posted by Neilson Gautama pada Agustus 13, 2011

Banyak orang yang bingung dengan definisi NBA lockout 2011. NBA sedang berada dalam posisi lockout [larangan bekerja/bermain] di offseason tahun 2011 sejak tanggal 1 July 2011, setelah kontrak collective bargaining agreement [CBA] antara asosiasi pemain dan pemilik tim NBA pada periode sebelumnya berakhir dan tidak terjadi kesepakatan antara kedua pihak untuk CBA yang baru.

Menurut http://www.businessdictionary.com, CBA memiliki definisi sebagai kontrak legal antara sebuah manajemen organisasi dan para karyawannya yang direpresentasikan oleh suatu serikat/asosiasi dalam jangka waktu tertentu.

Kontrak tersebut membicarakan perihal kondisi pekerjaan [gaji, jumlah jam kerja, pembagian bonus, dll] dan cara-cara untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin terjadi.

Para owner/pemilik tim NBA [yang tergabung oleh satu serikat dan diwakili oleh David Stern] dan serikat para pemain [yang diwakili oleh Billy Hunter sebagai direktur eksekutif] sudah melakukan negosiasi untuk membuat collective bargaining agreement yang baru.

Namun syarat-syarat yang diminta kedua belah pihak masih jauh dari titik temu, yang akhirnya menyebabkan para pemilik tim NBA melakukan lockout terhadap para pemainnya pada tanggal 1 July 2011.

NBA lockout yang terjadi di offseason tahun 2011 ini, merupakan lockout ketiga sepanjang sejarah NBA. Lockout terakhir terjadi di musim 1998-1999, dimana liga NBA hanya berjalan setengah musim dari akhir bulan Januari tahun 1999 [total 50 games di regular season].

Beberapa proposal/permintaan dari asosiasi pemilik tim NBA dalam CBA yang baru:

• Hard salary cap: Asosiasi pemilik tim NBA mengajukan keinginan untuk membuat sistem hard salary cap, yang artinya mengeliminasi berbagai macam exceptions [pengecualian] dalam struktur soft salary cap yang dianut di CBA terakhir, seperti “Larry Bird” exception dan the midlevel exception.

Mereka mengatakan bahwa aturan exceptions tersebutlah yang menyebabkan mereka menggaji pemain terlalu tinggi, sehingga tim merugi karena pengeluaran yang terlalu besar. Total gaji pemain sendiri telah naik 16% dalam enam tahun terakhir.

Salary cap sendiri adalah aturan yang mengatur batasan total gaji pemain yang diperbolehkan oleh sebuah tim di NBA. Dengan sistem soft salary cap, tim boleh melewati batasan yang telah ditentukan dengan memakai exceptions.

Apabila total gaji tim melewati salary cap/batasan total gaji yang sudah ditentukan musim itu, maka tim tersebut akan dikenakan denda [luxury tax] $1 untuk setiap kelebihan $1.

Contoh: apabila salary cap musim NBA 2010-2011 adalah $60 juta, dan total gaji Lakers adalah $70 juta [lebih $10 juta dari salary cap], maka Lakers harus membayar total $80 juta kepada NBA. Walaupun ada denda luxury tax, pada kenyataannya, hampir semua tim-tim di NBA rela membayar denda karena melewati salary cap yang sudah ditentukan.

Dalam aturan hard salary cap, total gaji pemain tidak boleh melewati angka yang sudah ditentukan.

• Garansi gaji pemain $2 miliar per tahun: Asosiasi pemilik tim NBA mengatakan bahwa sebagian besar tim [22 dari 30 tim] di NBA merugi [kurang lebih $300 juta per tahun], jadi asosiasi pemilik tim NBA tentunya ingin CBA yang baru membuat bisnis memiliki tim NBA menjadi menguntungkan.

Owner mengajukan garansi gaji pemain sebesar $2 miliar per tahun [turun dari $2.17 miliar] dengan kurun waktu kontrak CBA 10 tahun [pemain hanya menginginkan 5-6 tahun].

Owner sendiri menginginkan persentase yang didapat pemain dari BRI turun ke 40% [di CBA terakhir, pemain mendapatkan 57% dari BRI dan owner mendapatkan 43% dari BRI].

Asosiasi pemilik tim NBA menginginkan adanya kepastian biaya di CBA yang baru dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Sementara asosiasi pemain ingin untuk melindungi jumlah persentase yang didapat dari basketball-related income [BRI] yang diperoleh liga dengan kurun waktu CBA yang lebih pendek [dari 10 tahun].

Apa saja yang termasuk dalam Basketball Related Income [BRI]? Menurut http://members.cox.net/lmcoon/salarycap.htm#Q13, yang termasuk dalam Basketball Related Income [BRI] adalah pemasukan apapun yang diterima oleh NBA, properti NBA, dan media NBA [total 16 kategori]. Beberapa contoh BRI adalah:
* Uang masuk stadion dari pertandingan regular season dan Playoffs.
* Hak siar media [televisi, radio, cable,dll].
* Biaya parkir.
* Hasil pendapatan dari sponsorships, promotions, summer camps, hak menjual minuman, penampilan maskot dan tim dance, turnamen basket non-NBA, pertandingan eksebisi, izin penjualan premium seats [tempat duduk untuk menonton].
* 40% dari hasil penjualan signage di arena dan luxury suites [area spesial untuk menonton pertandingan].
* 45% – 50% hasil penjualan hak nama arena.
* Hasil penjualan yang diterima oleh properti NBA, termasuk dari hak siar TV internasional, sponsorships, pemasukan dari NBA Entertainment, All-Star game, kejuaraan McDonald, dan event spesial NBA lainnya.

• Owner meminta escrow money kembali: Owners ingin meminta kembali 8% dari gaji dan benefit pemain yang sudah menjadi escrow money apabila pendapatan pemain melebihi 57% dari BRI.

Apa itu escrow money? Sebuah sistem yang menjamin gaji & benefits pemain tidak melebihi persentase pendapatan pemain dari BRI [yaitu 57%]. Apabila gaji dan benefits pemain melebihi persentase pendapatan pemain dari BRI, maka gaji mereka akan dikembalikan ke owner/tim.

Pada contoh dibawah, anda akan melihat tiga contoh situasi pembagian escrow money ke pemain dan pemilik tim

  Contoh A Contoh B Contoh C
BRI: $3.000 miliar $3.000 miliar $3.000 miliar
Persentase pendapatan pemain dari BRI yang sudah ditentukan: 57% 57% 57%
Persentase pendapatan pemain yang sudah ditentukan: $1.710 miliar $1.710 miliar $1.710 miliar
Gaji pemain: $1.600 miliar $1.710 miliar $1.810 miliar
Benefits: $100 juta $100 juta $100 juta
Contoh persentase gaji yang masuk dalam escrow: 10% 10% 10%
Total gaji pemain yang termasuk dalam escrow: $160 juta $171 juta $181 juta
Kelebihan [total gaji pemain & benefits yang melebihi persentase yang sudah ditentukan]: $0 $100 juta $200 juta
Total kelebihan yang dikembalikan ke pemilik tim: $0 $100 juta $191 juta
Sisa escrow money yang diberikan kepada para pemain: $160 juta $71 juta $0

Pada contoh A, total gaji dan benefits pemain lebih kecil dibanding persentase pendapatan pemain dari BRI [$1.7 miliar < $1.71 miliar]. Oleh karena itu, escrow money tidak dibutuhkan, jadi pemain bisa menyimpan semua escrow money yang tersisa.

Pada contoh B, total gaji dan benefits pemain lebih besar $100 juta dari persentase pendapatan pemain dari BRI [$1.81 miliar > $1.71 miliar]. Oleh sebab itu, kelebihan $100 juta [dari 57% BRI] dikembalikan kepada owner, dan sisa $71 juta [dari $171 juta escrow money] dikembalikan kepada pemain.

Pada contoh C, total gaji dan benefits pemain lebih besar $200 juta dari persentase pendapatan pemain dari BRI [$1.91 miliar > $1.71 miliar]. Akan tetapi, pemain tidak bisa kehilangan lebih dari 10% gaji dan benefits mereka, jadi pemain hanya mengembalikan $191 juta kepada owner.

Namun karena hanya ada $181 juta dari escrow money yang ada pada contoh C, artinya pemain masih berhutang $10 juta [jumlah tersebut akan dikurangi dari gaji pemain di musim berikutnya].

• Penurunan durasi kontrak maksimum pemain: Owners ingin durasi kontrak maksimum seorang pemain diturunkan ke tiga tahun [dari lima tahun] untuk pemain yang menandatangani kontrak dengan tim baru , dan ke empat tahun [dari enam tahun] untuk pemain yang menandatangani kontrak dengan tim lamanya.

• Menghilangkan sign-and-trades: pemain yang ingin pindah ke tim lain sebagai free agent, bisa memakai sistem sign and trade, dimana pemain menandatangani kontrak dengan tim lamanya [karena pemain bisa mendapatkan durasi kontrak maksimum-6 tahun, dan kenaikan 10.5% gaji per tahun] lalu langsung ditrade ke tim yang telah disetujui sebelumnya. Kita bisa melihat contoh kasus sign and trade ketika Chris Bosh dan LeBron James pindah ke Miami Heat.

• Mengurangi kontrak rookie

 

Beberapa proposal/permintaan dari asosiasi pemain NBA dalam CBA yang baru:

• Pemotongan total gaji pemain $500 juta untuk lima tahun: Di CBA terakhir, pemain mendapatkan 57% dari BRI dan owner mendapatkan 43% dari BRI. Ketika pihak owner dan pemain bertemu pada tanggal 30 Juni 2011 yang lalu, asosiasi pemain menawarkan kontrak CBA dengan kurun waktu lima tahun, dimana mereka bersedia untuk memotong persentase BRI mereka dari 57% ke 54.6% – atau memotong pendapatan mereka $100 juta per tahun selama lima tahun.

Walaupun persentasi BRI pemain diturunkan, mereka tidak ingin mengganti sistem fundamental yang sudah ada: soft salary cap, kontrak maksimum berdurasi panjang, dan kontrak bergaransi.

• Pembagian pendapatan antar tim di NBA: Pemain percaya bahwa level persaingan antar klub akan lebih merata [competitive balance], apabila 30 tim melakukan sistem revenue sharing [pembagian pendapatan].

Saat ini, tim dengan media market yang besar seperti Knicks dan Lakers mempunyai hak untuk menyimpan semua pendapatan mereka dari hasil penjualan tiket dan pendapatan hak siar dari media [tv dan radio] lokal.

• Membuat aturan sign and trade menjadi lebih fleksibel: Saat ini, tim yang telah melebihi salary cap, bisa melakukan trade [pertukaran pemain] apabila gaji pemain yang ingin ditukar satu sama lain berada dalam jangkauan 125 persen dan $100,000 gaji satu sama lain. Pemain ingin meningkatkan persentasenya menjadi 250% agar memudahkan pemain untuk berpindah klub.

• Mengurangi batasan umur seorang pemain untuk memasuki NBA menjadi minimal 18 tahun: Aturan yang sekarang, mengharuskan pemain berumur 19 tahun dan satu tahun setelah pemain tersebut lulus SMA. Sebelum tahun 2005, pemain boleh masuk ke NBA asalkan berumur 18 tahun.

• Menstruktur ulang aturan restricted free agency (RFA): Pada aturan yang sekarang, tim-tim lain hanya mempunyai waktu satu minggu untuk menyamai tawaran perpanjangan kontrak terhadap seorang pemain yang berstatus restricted free agent.

Pemain menginginkan agar durasi waktu untuk menyamai tawaran sebuah tim untuk perpanjangan kontrak diperpanjang.

• Merubah beberapa aturan exceptions: Pemain tidak menginginkan adanya aturan hard salary cap, akan tetapi mereka rela melakukan perubahan terhadap beberapa exceptions. Misalnya pemain bersedia memperpendek durasi kontrak pemain dengan status mid-level exception (MLE) dari lima ke empat tahun, dengan kompensasi menambahkan satu MLE untuk setiap tim.

 

Jauhnya titik temu antara permintaan pihak owner dan pemain inilah yang membuat NBA lockout bisa berlangsung lama. Tinggal pihak mana yang mau mengalah.

 

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

Posted in NBA | Leave a Comment »

Denda Satu Juta Dollar Apabila Meretweet Pesan Pemain

Posted by Neilson Gautama pada Agustus 13, 2011

Denda satu juta dollar apabila meretweet pesan pemain? Terdengar tidak masuk akal bukan. NBA melarang pemainnya untuk bermain ketika collective bargaining agreement [CBA] periode terakhir telah berakhir tanggal 1 Juli 2011 kemarin, dan asosiasi pemain dan pemilik tim NBA gagal mensepakati syarat-syarat dalam CBA baru.

NBA menjadi liga olahraga profesional kedua yang melakukan lockout setelah NFL, karena perselisihan tenaga kerja.

NBA sendiri telah menguraikan secara detail tentang apa yang diperbolehkan dan tidak selama lockout berlangsung:

• Pelatih, general managers, dan officials NBA diperbolehkan untuk memfollow twitter para pemainnya, namun mereka tidak boleh mengirim pesan kepada pemain atau me-retweet pesan pemain.

• Semua tim di NBA juga dilarang untuk berkomunikasi/berhubungan/berinteraksi dengan para pemain dan pelatihnya.

• Seperti yang dilaporkan juga oleh Ric Bucher dari ESPN, bahwa melakukan pencarian bakat [talent scouting] calon pemain NBA juga tidak diperbolehkan.

• Mereka juga tidak diperbolehkan untuk menonton latihan atau kompetisi lain yang tidak terbuka untuk umum.

Para tim di NBA sudah diperingatkan bahwa pelanggaran terhadap larangan-larangan di atas akan dikenakan sangsi sebesar $1 juta dan kemungkinan kehilangan draft picks. Commissioner David Stern dan para karyawan NBA mengatakan bahwa mereka tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran apapun.

“Sebenarnya tahun 2011 merupakan tahun yang bagus buat fans yang mengapresiasi NBA. Namun sayangnya, CBA yang lama tidak menguntungkan buat para pemilik tim, dan sistem yang ada tidak membuat tim dengan media market yang kecil menikmatinya,” ujar Stern. “Tujuan kami melakukan lockout adalah agar CBA yang baru membuat liga NBA menjadi bisnis yang menguntungkan dan membuat liga dimana 30 tim di dalamnya dapat bersaing.”

Semua bisnis yang berhubungan dengan liga NBA pun secara resmi ditunda, dimulai dengan tidak adanya free agency pada hari pertama NBA lockout berlangsung. NBA summer league [di Las Vegas], yang juga merupakan acara rutin NBA setiap tahun, sudah dibatalkan.

Pertandingan preseason di Eropa juga tidak dijadwalkan untuk tahun ini. Pemain juga harus memutuskan apakah mereka mau mengambil resiko untuk bermain di kualifikasi olimpiade musim panas ini, tanpa bantuan dari NBA dalam mengamankan asuransi untuk pemain apabila cedera.

Sekitar 90% dari pemain NBA mendapatkan gaji mereka dari tanggal 15 Nov sampai 30 April. Jadi untuk sementara waktu mereka tidak akan merasa kehilangan pemasukan selama lockout berlangsung.

Jadwal gajian reguler di NBA adalah 12x pembayaran setiap dua minggu sekali [dari tanggal 15 Nov sampai 30 April], namun ada juga beberapa pemain yang dibayar selama 12 bulan dalam setahun.

Tim NBA sendiri sebenarnya hanya diharuskan untuk membayar 20% dari gaji pemain pada saat jadwal gajian reguler. Sisa 80% dari gaji pemain dapat dibayar sesuai dengan permintaan dari pemain [yang telah disetujui dengan tim sebelumnya].

“Untungnya kami sudah mengetahui bahwa lockout akan terjadi selama beberapa tahun terakhir. Saya sudah memberi tahu teman-teman saya untuk menyimpan uang, bahkan kepada pemain-pemain muda yang baru masuk ke NBA agar bersiap menghadapi segala kemungkinan,” ujar Chris Paul.

“Saya pikir fans akan memiliki pandangan negatif terhadap lockout seperti ‘Kenapa kedua belah pihak tidak bisa menemukan jalan keluarnya?'” ujar Stern.

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

 

Posted in NBA | Leave a Comment »

Dampak Lockout Terhadap Salary Cap, Free Agency, dan Draft 2012

Posted by Neilson Gautama pada Agustus 13, 2011

Artikel ini akan membahas tentang dampak lockout terhadap hard salary cap, free agency, dan NBA Draft 2012

• Apabila owner mendapatkan hard salary cap pada CBA yang baru, bagaimana dengan nasib tim seperti Lakers dan Magic yang melebihi salary cap?

Salary cap sendiri adalah aturan yang mengatur batasan total gaji pemain yang diperbolehkan oleh sebuah tim di NBA. Dengan sistem soft salary cap, tim boleh melewati batasan yang telah ditentukan dengan memakai exceptions.

Jadi sebenarnya angka yang ditetapkan dalam soft salary cap lebih sebagai acuan daripada limit/batasan gaji yang sebenarnya.

Apabila total gaji tim melewati salary cap/batasan total gaji yang sudah ditentukan musim itu, maka tim tersebut akan dikenakan denda [luxury tax] $1 untuk setiap kelebihan $1.

Contoh: apabila salary cap musim NBA 2010-2011 adalah $60 juta, dan total gaji Lakers adalah $70 juta [lebih $10 juta dari salary cap], maka Lakers harus membayar total $80 juta kepada NBA. Walaupun ada denda luxury tax, pada kenyataannya, hampir semua tim-tim di NBA rela membayar denda karena melewati salary cap yang sudah ditentukan.

Dalam aturan hard salary cap, total gaji pemain tidak boleh melewati angka yang sudah ditentukan. Seandainya ditetapkan angka $45 juta dalam hard salary cap pada musim 2011-12, maka tim seperti Lakers [total gaji $91 juta] dan Magic [total gaji $76 juta] akan berada dalam masalah.

Namun tidak mungkin juga apabila sebuah tim dipaksa untuk membuang sebagian pemain dalam tim mereka supaya total gaji tim tersebut mengikuti limit yang telah ditetapkan dalam aturan hard salary cap.

Di dalam proposal hard cap nantinya akan ada juga masa tenggang tiga tahun [untuk dapat benar-benar mematuhi aturan hard cap], salary rollback [pengurangan 15-25% dari gaji terakhir], dan aturan amnesti [amnesty provision] yang memperbolehkan tim untuk melepas seorang pemain tanpa konsekuensi ke salary cap.

• Apabila NBA lockout berlangsung selama semusim penuh [dari 2011-2012], apa yang akan terjadi dengan NBA draft 2012? Bagaimana urutan tim yang mengambil pemain dalam draft akan ditentukan?

Apabila NBA musim 2011-2012 dibatalkan,maka NBA draft 2012 tetap akan dijalankan sesuai rencana. Yang sedikit rumit adalah bagaimana menentukan urutan tim yang mengambil pemain dalam draft.

Karena musim NBA 2011-2012 tidak berlangsung, maka tidak akan bisa menentukan urutan tim mengambil pemain berdasarkan rekor menang-kalah sebuah tim. Tidak mungkin juga mengulang urutan tim mengambil pemain dalam NBA draft 2011, karena akan menguntungkan sebuah tim dua kali.

Liga hockey profesional Amerika [NHL] pernah dihadapi dengan dilema yang sama ketika kehilangan satu musim penuh di tahun 2004-05 karena lockout. Akhirnya NHL menyelesaikan masalah tersebut dengan weighted lottery [undian sesuai dengan bobot yang sepadan] yang melibatkan seluruh tim [30 tim].

Bobot lottery didasarkan pada penampilan tim NBA di Playoffs selama tiga tahun terakhir dan draft ronde pertama berdasarkan empat musim terakhir. Mungkin NBA akan mengadopsi sistem yang sama, seandainya musim 2011-12 dibatalkan. Namun seandainya CBA sudah berjalan normal, maka draft 2013 akan berjalan kembali ke sistem yang sebelumnya.

• Apabila lockout berlangsung selama setahun penuh, apa yang akan terjadi dengan kontrak pemain yang habis setelah musim 2011-12? Apakah kontraknya akan habis dan pemain tersebut menjadi free agent ataukah kontraknya otomatis diperpanjang sampai musim 2012-13?

Kontrak pemain yang habis setelah musim 2011-12 akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2012, tanpa peduli ada musim NBA atau tidak di tahun 2011-12.

Ada juga sebuah cara lain, dimana kedua pihak [pemain dan tim dimana ia bermain] setuju bahwa NBA musim 2011-12 dianggap “tidak terjadi”. Akibatnya, semua kontrak pemain akan dimundurkan satu tahun. Namun kondisi ini harus dinegosiasikan dan disetujui kedua belah pihak terlebih dahulu.

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

 

Posted in NBA | Leave a Comment »

FIBA Mengizinkan Pemain NBA bermain di Luar NBA

Posted by Neilson Gautama pada Agustus 13, 2011

FIBA mengizinkan pemain NBA bermain di luar NBA. Jika pemain ingin bermain di luar liga basket profesional Amerika Serikat, maka sebagai organisasi yang mengatur olahraga basket sedunia, FIBA membutuhkan letter of clearance dari organisasi natsional terlebih dahulu. Contohnya buat pemain dari Amerika, berarti meminta izin dari USA Basketball. Letter of clearance menyatakan bahwa pemain bebas menandatangani kontrak di tim manapun.

FIBA juga mengumumkan bahwa, para pemain yang sedang terikat kontrak dengan tim NBA, bisa bermain lagi di NBA asalkan terdapat klausul yang memperbolehkan hal tersebut dalam kontrak mereka bersama tim di luar liga NBA.

Bagi para free agents di NBA, tentu saja mereka bebas bermain di mana saja karena tidak terikat kontrak

FIBA setuju dengan NBA bahwa pemain bebas untuk bermain dimanapun selama NBA lockout berlangsung, namun resiko cedera harus ditanggung sendiri oleh pemain.

“Sebagai organisasi yang mengatur olahraga basket sedunia, kita sangat berharap bahwa permasalahan lockout akan selesai secepatnya dan musim NBA akan segera berlangsung sesuai jadwal,” ungkap sekretaris jenderal FIBA, Patrick Baumnann.

“Mengingat peran kami dalam mempromosikan basket ke seluruh penjuru dunia, kami mensupport impian para pemain untuk bermain dimanapun dan kapanpun,” ucap Patrick. “Kami melakukannya juga sesuai dengan kepentingan, hak dan kewajiban dari berbagai pihak.”

Bermain basket di luar liga NBA muncul sebagai pilihan bagi para pemain selama pemberhentian kerja [lockout] yang berlangsung. Bintang dari tim Nets, Deron Williams, sudah menyetujui kontraknya dengan tim Besiktas dari Turki, dan berbagai pemain top lainnya yang menyatakan keinginannya untuk bermain di luar liga basket profesional Amerika Serikat.

Kepala direktur eksekutif asosiasi pemain, Billy Hunter, juga mendukung ide tersebut. “Pemain kami bersyukur dengan pengumuman FIBA ,” ujar Hunter. “Kami menyarankan secara konsisten kepada para pemain bahwa dalam masa lockout ini, mereka mempunyai hak untuk bermain basket meskipun mereka masih terikat kontrak dengan tim NBA ataupun tidak. Kami mendorong semua pemain untuk mengejar peluang tersebut dan kami akan terus melakukannya.”

Derek Fisher, presiden dari asosiasi pemain dan juga pemain Lakers, mengatakan bahwa perginya pemain ke liga di luar NBA tidak akan merugikan asosiasi pemain. “Kami tidak melihat hal ini sebagai sesuatu yang mengganggu. Kami melihatnya seperti seorang pria yang mengatakan bahwa dia tidak bisa bekerja di tempat tertentu, dan untuk sementara dia menganggur dan ingin mencari lowongan di tempat lain,” ungkap Fisher.

Namun tetap saja masih ada keraguan bagi pemain untuk hijrah ke Eropa atau Asia. Misalnya ada rumor keterlambatan pembayaran dan juga tim NBA dapat membatalkan kontrak pemain jika mereka cedera secara signifikan ketika bermain di liga lain.

Walaupun demikian, Kevin Durant [dari tim Oklahoma City] menyatakan bahwa peluangnya bermain di Eropa atau Asia masih 50-50. Sedangkan Carmelo Anthony dan Chris Paul mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan bermain di China.

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

 

Posted in NBA | Leave a Comment »

Eksodus Pemain NBA Bisa Terjadi

Posted by Neilson Gautama pada Agustus 13, 2011

Deron Williams mengatakan bahwa eksodus pemain NBA bisa terjadi. Williams mengatakan bahwa ia mulai berpikir tentang bermain di luar negeri sejak dua tahun lalu, ketika pers mulai menceritakan bahwa NBA lockout mungkin akan terjadi.

Williams telah berdiskusi dengan mantan rekan satu timnya di Utah Jazz yaitu Mehmet Okur, yang berasal dari Turki, sebelum membuat keputusan bermain di tim Besiktas Turki. Dia juga berbicara dengan mantan rekan setimnya Dee Brown dari University of Illinois, yang telah bermain secara profesional di Turki. Deron tidak meminta pendapat Allen Iverson, yang pernah bermain untuk Besiktas musim lalu.

Williams mengatakan direktur eksekutif asosiasi pemain [NBPA] – Billy Hunter, mendukung langkahnya bermain di tim Besiktas, salah satu klub di Turki.

“Saya berbicara kepada tuan Hunter dan dia memberikan dukungan terhadap tindakan saya,” ujar Williams. “Hunter senang dengan apa yang aku lakukan. Ia berpikir bahwa saya membuat keputusan yang sangat bagus.”

Pelatih baru Williams dari Besiktas, Ergin Ataman, memiliki harapan dapat menduetkan Kobe Bryant dengan Deron Williams di timnya. Tetapi Ergin menduga Kobe Bryant tidak ingin bermain di Turki.

“(Kobe) bisa mendapat lebih banyak uang di luar negeri, saya jamin,” kata Williams, yang dikabarkan menandatangani kontrak satu tahun senilai $5 juta dengan tim Besiktas. “Jika Kobe bisa berada di sana untuk musim penuh, atau mereka tahu aku (Deron Williams)  atau LeBron James bisa berada di Turki untuk musim penuh, tentu saja mereka akan membayar lebih banyak uang.”

“Saya pernah pergi bersama Kobe ke Cina,” kata Williams. “Saya bekerja sama dengan Kobe Bryant untuk membantu AS memenangkan medali emas di Olimpiade Beijing 2008. Dia sangat popular di China.”

Williams mengatakan bahwa dia belum berbicara apa-apa dengan Kobe Bryant, tetapi Kobe Bryant sudah memperkirakan bahwa ada 10 atau 15 pemain, beberapa diantaranya adalah pemain bintang, yang ingin mengikuti keputusan Williams untuk bermain di luar negeri.

“Saya sudah bicara dengan banyak pemain, dan anda akan terkejut,” kata Deron, yang menolak untuk menyebutkan nama. “Sejak berita kepindahan saya menyebar luas, banyak orang menelepon saya (mengatakan) ‘Apa yang kamu lakukan? Kapan Anda berangkat?’ Ternyata mereka juga ingin bermain di luar NBA.”

Walaupun pemain diperbolehkan bermain di Eropa, kita tidak akan melihat semua pemain NBA pindah ke Eropa atau Asia. Alasan pertama: jumlah tim di Eropa tidak akan cukup untuk mengakomodasi lebih dari 400 pemain NBA. Alasan kedua: gaji yang diterima pemain NBA akan lebih kecil bila mereka bermain di Eropa. Alasan ketiga: tim Eropa tidak akan sanggup membayar gaji pemain layaknya seperti yang mereka terima di NBA.

Jadi mungkin kita akan melihat perpindahan pemain ke Eropa, seperti yang dikatakan Deron Williams, namun tidak semua. Mungkin hanya beberapa superstar top dan segelintir pemain.

Apabila Williams, yang telah menjalani operasi pada pergelangan tangan kanannya di bulan April, mengalami cedera di Turki, Nets dapat membatalkan kontraknya. Namun kekhawatiran Williams bukanlah tentang kemungkinan ia bisa cedera.

“Orang-orang mengatakan, ‘Oh, kau bisa cedera ketika bermain di Turki,” kata Williams. “Aku bisa terluka bermain di (University of San Diego) atau dimana pun aku bermain. Namun aku juga sudah melakukan riset tentang asuransi kecelakaan yang mengganti rugi biaya pengobatan saya apabila cedera disana.”

Ada juga beberapa orang yang berspekulasi bahwa, dia (Williams) pergi bermain ke luar NBA karena ia membutuhkan uang. “Itu konyol,” katanya. “Kami sudah tahu bahwa lockout ini akan terjadi. Aku sudah menyimpan banyak uang untuk mengantisipasi biaya pengeluaran saya ketika lockout terjadi.”

“Bahkan saya tidak perlu menyentuh uang yang saya simpan tersebut. Saya bermain di Turki bukan karena uang. Saya lebih mengincar pengalaman bermain basket dan berkompetisi di Turki,” kata Williams.  “Jadi jika lockout selesai, aku akan siap untuk bermain secara kompetitif di NBA.”

“Aku tidak ingin duduk-duduk saja di rumah. Karena itulah yang sebenarnya NBA ingin kita lakukan sekarang,” kata Williams. Meskipun Deron Williams berencana akan bermain di Turki selama NBA dalam situasi lockout, Point Guard New Jersey Nets tersebut akan kembali bergabung ke NBA apabila liga tersebut kembali bergulir.

Ada klausul dalam kontrak Deron yang akan memungkinkan dia untuk kembali ke NBA kapanpun lockout berakhir. Namun ia tidak melihat lockout akan berakhir dalam waktu dekat.

Williams akan membawa istri dan empat anak-anaknya ke Istanbul, dimana tim Besiktas akan menyediakan mereka sebuah apartemen, mobil dan keamanan pribadi.

“Tidak akan ada masa lain dalam karir saya dimana saya bisa tinggal dan bermain di kota lain, mengalami gaya hidup yang berbeda, melihat hal-hal baru. Saya tidak sabar untuk segera mengalaminya.”

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

 

Posted in NBA | Leave a Comment »

15 Top Free Agents 2011

Posted by Neilson Gautama pada Agustus 13, 2011

Tahun 2010 merupakan salah satu bursa free agency yang terbesar selama 20 tahun terakhir. LeBron James, Amare, dan Chris Bosh, adalah beberapa contoh nama pemain yang menjadi free agent. Tahun 2011? Tidak begitu menggairahkan.

Berikut adalah 10 top unrestricted free agents NBA di tahun 2011:

Kategori 1: Unrestricted Free Agents

1. Tyson Chandler, Mavericks
Chandler menjadi free agent di saat yang tepat. Setelah 10 tahun berkarir di liga [Bulls adalah tim yang mendraft Chandler langsung dari SMA di tahun 2001], akhirnya Chandler menjadi juara bersama Mavericks dan jarang cedera.

Tyson akan menjadi komoditi langka di bursa free agent 2011, karena langkanya jumlah big man berkualitas yang menjadi free agent di tahun 2011.

Mavericks diprediksi akan membayar mahal untuk mendapatkan jasa Tyson, karena kemungkinan besar Mark Cuban ingin mempertahankan tim yang menjuarai NBA musim 2010-2011.

2. Nene, Nuggets
Selama musim 2010-2011 berlangsung, Nene sudah mencoba berbulan-bulan untuk menegosiasikan kontrak barunya dengan Nuggets, namun tidak mencapai suatu kesepakatan. Akhirnya Nene mengorbankan garansi kontraknya di tahun terakhir senilai $11.6 juta, agar bisa menjadi unrestricted free agent. Walaupun ini sebuah perjudian, namun apabila Nene tidak cedera, ia tetap menjadi salah satu big man terbaik di liga.

3. David West, Hornets
Nasib West akan terhubungkan juga dengan masa depan Chris Paul di Hornets. Apabila West pindah, maka kemungkinan besar Chris Paul tidak akan punya alasan untuk bertahan di Hornets.

4. Samuel Dalembert, Kings
Dalembert mungkin bukan seorang pemain dengan kaliber All-Star, namun jasanya masih dibutuhkan untuk bertahan, merebound, dan memblok bola. Walaupun berusia 30 tahun, rasanya masih akan ada yang meminati kemampuan Samuel.

5. Jason Richardson, Magic
Jason bermain cukup baik di Magic. Apabila Magic masih ingin mempertahankan Howard sebelum ia menjadi free agent di tahun 2012, maka kemungkinan Magic akan mempertahankan Richardson demi menyenangkan Dwight.

6. Jamal Crawford, Hawks
Crawford adalah peraih gelar sixth man di musim 2009-2010, namun sulit rasanya melihat Hawks mempertahankan Jamal.

7. Caron Butler, Mavs
Otot patellar kanan Butler retak di bulan Januari, dan ia melewatkan sepanjang musim 2009-2010 setelah kejadian tersebut karena harus merehabilitasi cederanya. Cedera Butler merupakan momen yang salah untuk menjadi free agent, mengingat usianya yang tidak lagi muda [31] dan statistiknya yang terus menurun. Akan tetapi, Dallas kemungkinan tetap akan memperpanjang kontraknya, namun tidak dengan harga premium.

8. Tayshaun Prince, Pistons
Kemungkinan besar, Prince akan pergi dari Pistons, yang sedang membangun timnya dengan pemain-pemain muda.

9. Shane Battier, Grizzlies
Battier kembali ke tim yang mendraftnya masuk NBA via trade di bulan Februari 2011 kemarin. Pertanyaannya sekarang, akankah Memphis mempertahankannya mengingat Grizzlies juga harus membayar Marc Gasol di free agency, dan bentrok posisi dengan Tony Allen dan Rudy Gay?

10. Carl Landry, Hornets
Carl Landry melakukan tugas yang cukup baik dalam mengisi kekosongan posisi PF Hornets musim 2009-2010. Hornets mungkin harus memilih akan membayar Landry atau West.

Unrestricted free agent lainnya di tahun 2011: Andrei Kirilenko, Jazz; Mike Dunleavy, F, Pacers ; Kenyon Martin, Nuggets; Grant Hill, Suns; Nenad Krstic, Celtics; Joel Przybilla, Bobcats; Tracy McGrady, Pistons; T.J. Ford, Pacers; Troy Murphy, Celtics; Kris Humphries, Nets; Glen Davis, Celtics; Yi Jianlian, Wizards; Chuck Hayes, Rockets; Jeff Foster, Pacers; Shannon Brown, Lakers; Josh McRoberts, Pacers; James Jones, Heat; Josh Howard, Wizards; Alexis Ajinca, F/C, Raptors; Al Thornton, Warriors; Earl Clark, F, Magic; Mike Bibby, Heat; J.R. Smith, Nuggets; Chris Douglas-Roberts, Bucks; Jose Juan Barea, Mavericks; Jason Kapono, Sixers; Sasha Vujacic, Nets; Michael Redd, Bucks; DeShawn Stevenson, Mavericks; Brandan Wright, Nets; Peja Stojakovic, Mavs; Kwame Brown, Bobcats; Vladimir Radmanovic, Warriors; Kyrylo Fesenko, Jazz; Sebastian Telfair, Wolves; Anthony Parker, Cavs; Jamario Moon, Clippers; Erick Dampier, Heat; Willie Green, Hornets; Solomon Jones, Pacers; Shawne Williams, Knicks; Julian Wright, Raptors; Delonte West, Celtics; Chris Wilcox, Pistons; Earl Watson, Jazz; Marquis Daniels, Kings; DaJuan Summers, Pistons; Rasual Butler, Bulls; Ronnie Price, Jazz; Marcus Banks, Hornets; Reggie Evans, Raptors; Dan Gadzuric, Warriors; Hilton Armstrong, Hawks; Jared Jeffries, Knicks; Leon Powe, Grizzlies; Carlos Arroyo, Celtics; Josh Powell, Hawks; Sasha Pavlovic, Celtics; Steve Novak, Spurs; Louis Amundson, Warriors (PO); Eddie House, Heat (PO); Aaron Gray, Hornets.

Berikut adalah 5 top restricted free agents NBA di tahun 2011:

Kategori 2: Restricted Free Agents

Lima pemain dari draft 2007 ronde pertama [Kevin Durant, Al Horford, Mike Conley, Joakim Noah dan Jared Dudley], telah menandatangani perpanjangan kontrak di musim 2009-2010. Kebanyakan pemain dari draft tahun 2007 akan menjadi restricted free agents di musim panas tahun 2011 ini.

Biasanya, restricted free agents kesulitan mendapatkan penawaran dari tim lain, karena tim tempat pemain tersebut terakhir bermain mempunyai hak untuk menyamai penawaran dari tim manapun.

1. Marc Gasol, Grizzlies
Marc adalah salah satu pemain yang sukses diambil GM Memphis – Chris Wallace. Wallace percaya bahwa Marc mempunyai masa depan yang cerah, dikala tim lain tidak. Ia sering dibandingkan dengan kakaknya, Pau Gasol, yang sudah dua kali menjuarai NBA.

Akan tetapi, di playoffs tahun 2011, penampilan Marc jelas lebih cemerlang dibanding Pau. Sebagai buktinya, tim Marc melangkah lebih jauh dari tim Pau di playoffs 2011. Masalahnya, mampukah Memphis membayar Marc? Ingat bahwa Memphis sudah memiliki pemain-pemain dengan kontrak besar seperti Zach Randolph, Rudy Gay dan Mike Conley.

2. DeAndre Jordan, Clippers
Jordan baru berumur 22 tahun ini, namun Jordan sudah menjadi salah satu shot blocker terbaik Clippers. Akankah Donald Sterling mau untuk memperpanjang kontraknya? Kalau melihat langkah yang diambil Clippers untuk membangun tim muda bersama Blake Griffin, rasanya DeAndre cocok untuk dipasangkan dengan Blake.

3. Jeff Green, Celtics
Kontribusi Green di OKC sedikit tertutup oleh Kevin Durant, padahal permainannya cukup solid. Namun ia tidak begitu bersinar dalam 26 pertandingannya bersama Boston. Akan tetapi, tentu saja GM Celtics, Danny Ainge, tidak akan membiarkan Green pergi begitu saja, apalagi setelah melepas Kendrick Perkins. Saya menduga Celtics akan memperpanjang kontraknya.

4. Nick Young, Wizards
Selama tiga musim pertama, Nick Young bukanlah pemain yang menonjol. Setelah mendapatkan kesempatan bermain, Nick Young bersinar bersama Wizards setelah timnya mentrade Gilbert Arenas di musim 2009-2010 [Nick mencetak rataan 17.4 ppg] . Young adalah pemain yang jago dalam menyerang, namun tidak untuk bertahan.

5. Marcus Thornton, Kings
Mirip dengan kasus Nick Young yang bersinar setelah diberi kesempatan, Thornton bermain luar biasa di tim barunya setelah ditrade dari Hornets ke Kings. Ia memiliki rata-rata 21 points dan menembak dengan persentase 45 percent.

Namun saya tidak yakin Thornton akan mendapatkan tempat di Kings, apabila harus bersaing dengan Tyreke Evans [yang kembali dari cedera] dan Jimmer Fredette [yang diambil Kings dari draft tahun 2011]. Namun sebagai seorang scorer dari bangku cadangan, jasa Marcus akan dibutuhkan.

Restricted free agent lainnya di tahun 2011: Thaddeus Young, 76ers; Wilson Chandler Nuggets; Rodney Stuckey, Pistons; Greg Oden, Blazers; Arron Afflalo, Nuggets; Aaron Brooks, Suns; Jonas Jerebko, Pistons; Spencer Hawes, Sixers; Daequan Cook, Thunder; Mario Chalmers, Heat; Luc Richard Mbah a Moute, Bucks; Gary Forbes, Nuggets; Reggie Williams, Warriors; Marco Belinelli, Hornets; Jason Smith, Hornets; Dante Cunningham, Bobcats; Patrick Mills, Blazers; Derrick Brown, Knicks.

 

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

Posted in NBA | Leave a Comment »

Greg Oden Mendapatkan Tawaran Perpanjangan Kontrak dari Trail Blazers

Posted by Neilson Gautama pada Agustus 13, 2011

Greg Oden mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak dari Portland Trail Blazers senilai $8,8 Juta.Oden berstatus sebagai restricted free agent, artinya Blazers mempunyai hak untuk menyamai tawaran kontrak dari tim mana pun. Apabila tidak ada tim yang menawari Oden perpanjangan kontrak, maka Oden akan menjadi unrestricted free agent di musim 2012-13.

Setelah didraft di urutan pertama oleh Portland di tahun 2007 [Kevin Durant terpilih di urutan kedua dan menjadi ROY musim itu], Oden tidak bermain di satu pertandingan pun pada musim rookienya [2007-08], karena melakukan microfracture surgery di lutut kanannya.

Di musim 2009-10, Oden sebenarnya berperforma bagus [11.7 points, 8.8 rebounds dan 2.4 blocks] sebagai starter tim Portland. Namun malang menimpa Oden di bulan Desember 2009, tempurung lutut [kneecap] kanannya retak di musim itu.

Lalu Oden dikabarkan telah siap untuk bermain kembali di musim 2010-2011, namun ternyata di bulan November 2010, Oden malah mengumumkan bahwa ia akan menjalani proses microfracture surgery di lutut kanan.

Oden, yang berusia 23 tahun, tidak bermain satu game pun di musim 2010-2011 karena harus menjalani proses microfracture surgery [operasi] di lutut kirinya.

Mantan bintang Ohio State ini hanya bermain total 82 pertandingan dalam dua musim [61 pertandingan di musim 2008-2009, 21 pertandingan di musim 2009-2010]. Sepanjang karirnya, Oden memiliki rata-rata 9.4 points dan 7.3 rebounds.

Berikut adalah daftar panjang cedera Oden:
• 17 Nov 2010 : Microfracture surgery di lutut kiri
• 6 Des 2009  : Operasi untuk memperbaiki lutut kiri
• 5 Des 2009  : Retak di tempurung lutut [patella] kiri ketika melawan Rockets
• 12 Feb 2009 : Kepingan tulang di lutut kiri ketika melawan Warriors
• 28 Okt 2008 : Kaki kanan terkilir ketika bermain di NBA pertama kali melawan Lakers
• 13 Sept 2007: Microfracture surgery di lutut kanan
• 14 Jul 2007 : Pembedahan/operasi amandel.
• 16 Jun 2006 : Operasi untuk memperbaiki ligamen yang robek di pergelangan tangan kanan

Walaupun Greg Oden lebih banyak cedera daripada bermain, namun Blazers tetap bersikeras mempertahankan pilihan mereka. “Kami selalu mendukung Greg Oden setiap hari, sejak ia menjadi salah satu pemain Trail Blazers. Ucapan kami barusan dibuktikan dengan menawarkan perpanjangan kontrak untuk Greg,” ujar presiden Trail Blazers, Larry Miller. “Greg tetap tabah dalam menjalani rehabilitasinya. Kami semua menjadi bersemangat karena komitmen dan determinasinya untuk kembali bermain basket.”

Cedera Greg Oden membuatnya selalu dibandingkan dengan Sam Bowie, yang pernah dipilih Portland di draft tahun 1984 nomor dua [bahkan sebelum Michael Jordan!!].

Kita lihat saja apakah perjudian Blazers membuahkan hasil.  Saya sih menganggap perpanjangan kontrak ini konyol. Sejarahnya, big man yang sering cedera akan kembali cedera. Lihat saja Yao Ming, Andrew Bynum, Bill Walton. Well, tapi ini NBA yang kita bicarakan, hal-hal bodoh sering terjadi.

Portland juga memberikan tawaran perpanjangan kontrak kepada guard asal Australia – Patrick Mills. Mills, yang baru berusia 22 tahun, telah bermain sebanyak 74 pertandingan selama dua musim terakhir untuk Portland, dan memiliki rataan 5.1 points, 0.7 rebounds dan 1.5 assists.

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

 

Posted in NBA | Leave a Comment »

Kyrie Irving Pilihan Pertama NBA Draft 2011

Posted by Neilson Gautama pada Agustus 13, 2011

Kyrie Irving adalah pilihan pertama Cleveland Cavaliers pada NBA Draft 2011. Kyrie Irving menjadi point guard ketiga yang diambil dengan draft pick nomor satu dalam empat tahun terakhir, mengikuti jejak Derrick Rose di tahun 2008 dan John Wall tahun 2010 kemarin. Rose sendiri menjadi MVP NBA musim 2010-2011 kemarin.

Irving menegaskan bahwa ia tidak mencoba untuk menggantikan James di Cleveland. “Saya menantikan kesempatan bermain di Cleveland,” kata Irving. “Cleveland adalah kota yang mencintai olahraga dan saya tidak sabar untuk bermain.”

“Saya tidak memiliki keraguan sedikit pun akan dipilih di urutan pertama,” ujar Irving. “Ada perasaan yang sangat spesial di hati saya dan mengetahui bahwa teman-teman dan keluarga saya mensupport saya, perasaan ini akan saya ingat selama-lamanya.”

Setelah mengambil Irving di urutan pertama [dulu Cavs juga pernah mengambil James di urutan pertama pada tahun 2003], Cavs menggunakan draft pick nomor empat untuk mengambil forward Tristan Thompson. Cavs adalah tim pertama sejak Houston Rockets di tahun 1983 yang mempunyai dua dari empat pick teratas.

Minnesota Timberwolves, setelah memastikan Ricky Rubio akan bergabung dengan timnya, mengambil forward Derrick Williams di urutan nomor dua.

Seminggu sebelum draft, Timberwolves telah mencoba untuk mentrade draft pick nomor dua, dengan harapan bisa mendapat center atau shooting guard veteran untuk membantu tim termuda di NBA. Karena tidak mendapat tawaran yang menarik, akhirnya Wolves memutuskan untuk mengambil Williams.

“Kami tidak akan mentrade Derrick Williams,” ujar David Kahn [presiden Timberwolves]. “Ia akan memakai jersey Timberwolves musim depan.”

Utah Jazz mengambil big man Enes Kanter asal Turki di urutan ketiga. Kanter tidak bermain untuk Kentucky musim lalu, setelah tidak diperbolehkan bermain karena ia dibayar untuk bermain di Turkey.

NBA DRAFT 2011 Pick no 1-14
Pick No    Tim           Pemain                      Posisi
1                Cavs        Kyrie Irving                 PG
2                Wolves    Derrick Williams       PF
3                Jazz          Enes Kanter              C
4                Cavs        Tristan Thompson    PF
5                Raptors   Jonas Valanciunas  C
6                Wizards   Jan Vesely                  SF
7                Kings       Bismack Biyombo*   PF
8                Pistons    Brandon Knight         PG
9                Bobcats    Kemba Walker         PG
10              Bucks       Jimmer Fredette*     PG
11              Warriors   Klay Thompson        SG
12              Jazz           Alec Burks                 SG
13              Suns         Markieff Morris          PF
14              Rockets    Marcus Morris           PF
* Ditrade oleh timnya

Tiga dari enam pick pertama NBA draft 2011 berasal dari Eropa. Bahkan Irving mempunyai hubungan darah internasional. Ia lahir di Australia, dimana ayahnya [Drederick], bermain secara profesional disana.

Jonas Valanciunas yang berasal dari Lithuania diambil oleh Toronto di urutan kelima. Jan Vesely yang berasal dari Ceko, diambil oleh Washington di urutan keenam.

“Olahraga basket tidak begitu populer di negara saya. Saya harap olahraga basket akan menjadi lebih populer,” kata Vesely. “Saya akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya.”

Bismack Biyombo yang berasal dari negara Kongo, dipilih di urutan ketujuh oleh Kings. Biyombo adalah salah satu dari enam pemain internasional [pemain yang berasal dari luar Amerika], yang dipilih di ronde pertama.

Rekor jumlah pemain internasional yang didraft masih dipegang di tahun 2003. Biyombo akhirnya bermain untuk Charlotte, setelah mengalami proses trade tiga tim.

Jimmer Fredette yang diambil oleh Bucks di urutan kesepuluh, malah bermain untuk Kings, setelah melalui proses trade tiga tim [Kings, Bucks, Bobcats]. “Semoga fans di Sacramento bergairah karena saya benar-benar gembira bisa bermain untuk Kings,” ujar Fredete. “Ini adalah momen yang luar biasa untuk saya dan keluarga.”

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

 

Posted in NBA | Leave a Comment »

NBA Season 2010-2011 Is One of the Greatest NBA Season of All Time

Posted by Neilson Gautama pada Agustus 13, 2011

NBA Season 2010-2011 Is One of the Greatest NBA Season of All Time. Alasannya? Wajar jika anda bertanya demikian. Saya akan merangkumnya dalam 15 alasan terbaik kenapa NBA musim 2010-2011 adalah salah satu musim NBA terbaik sepanjang masa:

1. LeBron James – The Decision

Keputusan LeBron untuk membawa talentanya ke South Beach [keputusan ini dinamakan sebagai The Decision oleh pers Amerika] di offseason NBA musim 2010-2011 merupakan salah satu kejadian terbesar dalam sejarah free agency di NBA.

LeBron memutuskan untuk bergabung dengan Chris Bosh dan Dwyane Wade untuk membuat versi The Big Three milik mereka sendiri.

Masing-masing pemain memutuskan untuk mengambil kontrak dengan gaji yang lebih sedikit dari apa yang sebenarnya bisa mereka dapatkan bila bergabung dengan tim lain. Namun pengorbanan tersebut malah membuat mereka dibenci oleh publik.

2. Kevin Love mencetak 30 points dan 30 rebounds

Kevin Love menjadi pemain pertama yang mencetak 30-30 [points dan rebound] sejak Moses Malone terakhir melakukannya di tahun 1982. Ia juga mencetak double-double [statistik double digit dalam dua kategori] secara beruntun sebanyak 53 kali. Rekor Kevin Love tersebut juga merupakan rekor double-double terpanjang sejak Elvin Hayes mendapatkan 55 double-double beruntun di musim 1973-74.

3. LeBron James kembali ke Cavaliers dengan jersey Miami Heat

Ketika LeBron kembali melawan Cavaliers untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Cleveland, James harus siap menerima cemoohan fans Cavs yang merasa sakit hati karena ditinggal sang pahlawan.

4. Ray Allen mencetak three points terbanyak sepanjang masa di NBA

Selama beberapa tahun ke belakang, manta pemain Pacers – Reggie Miller adalah raja three points di NBA. Rekor three points terbanyak sepanjang masa di NBA milik Reggie telah dilewati oleh Ray Allen pada tanggal 10 Feb 2011.

All-Star Game 2011

All-Star Game 2011 menjadi milik Kobe Bryant, yang menjadi MVP di kandangnya sendiri [Los Angeles]. Kobe Bryant, yang mencetak 37 points dan 14 rebounds, mendapat trophy All-Star Game MVPnya yang keempat. Oh ya, Blake Griffin melakukan dunk melompati mobil.

6. Deron Williams pergi ke Nets

Salah satu trade kejutan yang terjadi pasca All-Star 2011, merupakan kepergian All-Star point guard Deron Williams dari Jazz ke Nets.

7. Jerry Sloan pensiun tanpa cincin juara NBA

Jerry Sloan memutuskan pensiun sebagai pelatih NBA setelah menghabiskan 23 tahun terakhir menangani Utah Jazz. Pria yang sudah menjadi pelatih sejak tahun 1979 tersebut harus pensiun tanpa cincin juara

8. Carmelo Anthony pindah ke New York Knicks

New York City membutuhkan superstar kedua untuk bergabung dengan Amare. Carmelo yang ribut minta ditrade sejak pertengahan musim, akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk bermain di kota metropolis Amerika tersebut.

9. Chicago Bulls memiliki rekor menang kalah terbaik di regular season NBA

Skuad yang dipimpin oleh Tom Thibodeau ini memiliki rekor menang kalah terbaik di regular season NBA musim 2010-2011. Kejutan? Sudah pasti.

10. Blake Griffin – Rookie sensation

Bukan hanya sensasi melakukan dunk melompati sebuah mobil di All-Star Game 2011. Blake Griffin juga menjadi Rookie Of the Year [ROY] dengan rataan 22.5 points dan 12.1 rebounds. Kita tidak akan lupa dunk-dunk Blake yang selalu membuat penonton terpukau.

11. Derrick Rose menjadi MVP regular season NBA musim 2010-2011

Rose muncul sebagai pemain baru yang bersinar di NBA musim 2010-2011 walaupun hanya berusia 22 tahun. Ia menjadi pemain Bulls pertama sejak Michael Jordan memenangkan penghargaan MVP regular season.

12. Shaq memutuskan untuk pensiun

Shaquille O’Neal yang menjadi juara empat kali di NBA akhirnya memutuskan untuk pensiun. Di klub terakhirnya, Boston Celtics, Shaq tidak banyak bermain karena rentan cedera.

13. Lakers disapu bersih Dallas di Playoffs NBA 2011

Sang juara bertahan NBA musim 2009-2010 disapu bersih [kalah 4-0] di ronde kedua Playoffs NBA musim 2010-2011. Tidak ada yang menyangka bahwa Kobe Bryant dan kawan-kawan dikalahkan dengan fair and square.

14. Phil Jackson pensiun sebagai pelatih tersukses di NBA

Setelah Lakers dikalahkan oleh Dallas Mavericks ronde kedua Playoffs NBA musim 2010-2011, pelatih Phil Jackson memutuskan untuk pensiun dengan cincin juara terbanyak sepanjang masa [11 sebagai pelatih dan 2 sebagai pemain]. Phil juga merupakan pelatih NBA dengan cincin juara terbanyak setelah Red Aurbach.

15. Dirk Nowitzki, Jason Kidd, dan Mark Cuban menjadi juara NBA musim 2010-2011

Dirk Nowitzki, yang menjadi Finals MVP NBA musim 2010-2011, menangis ketika ia akhirnya menjadi juara NBA. Jason Kidd pun mengakhiri perjalanan panjangnya dalam meraih cincin NBA setelah tiga kali bermain di NBA Finals. Sang owner klub, Mark Cuban, pun juga berpesta gembira mengakhiri NBA musim 2010-2011.

Posted in NBA | Leave a Comment »